Apa Itu Net Interest Margin?

Pengertian, Tujuan dan Cara Menghitung NIM – Mungkin istilah Net Interest Margin atau dalam Bahasa Indonesianya adalah Marjin Pendapatan Bersih adalah istilah yang biasa digunakan dalam bidang perekonomian khususnya sektor perbankan.

Secara umum, Net Interest Margin adalah perhitungan bunga bersih yang didapatkan dari hasil pinjaman nasabah. Net Interest Margin sendiri memiliki tujuan dan fungsi untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan dari perusahaan atau bank tersebut.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pengertian Net Interest Margin beserta cara menghitung marjin bunga bersih itu sendiri.

Pengertian Net Interest Margin

Net Interest Margin adalah perhitungan bunga bersih yang didapatkan oleh bank atau perusahaan yang bergerak di sektor keuangan dengan bunga yang diberikan oleh pengguna jasa atau dalam hal ini disebut sebagai peminjam.

Tetapi ada juga ahli yang berpendapat bahwa Net Interest Margin adalah rasio atau ukuran yang muncul dari perbandingan Bunga dari hasil pendapatan dengan jumlah Bunga yang diberikan pada pihak peminjam.

Lalu apa bedanya dengan Net Interest Income?

Net Interest Income merupakan pendapatan bunga bersih untuk mengukur kinerja kuangan yang mempresentasikan hasil yang di peroleh dari keuntungan kartu kredit dan pinjaman, istilah ini biasa di sebut sebagai bunga.

Hasil perhitungan yang muncul umumnya dalam bentuk presentase. Hasil perhitungan net interest margin sendiri nantinya digunakan sebagai dasar pengembangan bank ataupun Lembaga keuangan dalam jangka panjang.

Tujuan Perhitungan Net Interest Margin

Secara deskriptif telah dijelaskan bahwa tujuan perhitungan net interest margin ini sendiri digunakan sebagai dasar pengembangan perusahaan. Tetapi perhitungan net interest margin sendiri mempunya tujuan perhitungan sendiri yaitu :

1. Evaluasi dalam pengelolaan kinerja perusahaan

Perhitungan net interest margin sendiri digunakan sebagai bahan dasar evaluasi suatu bank atau Lembaga keuangan dalam menghadapi resiko yang mungkin muncul akibat perubahan suku bunga.
Perubahan suku bunga sendiri memberikan dampak yang cukup signifikan pada perubahan biaya bunga dan juga pendapatan.

2. Evaluasi dalam pengelolaan aktiva produktif

Selain sebagai dasar evaluasi kinerja sebuah perusahaan, net interest margin juga memiliki fungsi menjadi dasar evaluasi pengelolaan aktiva-aktiva produktif dalam sebuah Lembaga keuangan ataupun perusahaan yang bergerak dalam sektor keuangan.

Dalam hal ini hasil perhitungan net interest margin digunakan sebagai tolak ukur dalam kemampuan manajemen perusahaan untuk mengelola aktiva produktif secara maksimal dengan tujuan mendapatkan bunga bersih.

Baca Juga : Prospek Kerja Jurusan Management

Jika pendapatan bunga dikurangi dengan beban bunga yang ada, menghasilkan nilai net interest margin yang cukup tinggi, maka akan semakin membantu meningkatkan nilai bunga atas aktiva produktif dari sebuah Lembaga keuangan yang biasa kita kenal dengan bank.

3. Dasar pengembangan perusahaan

Selain sebagai bahan evaluasi, perhitungan rasio net interest margin sendiri dapat digunakan untuk sebagai dasar pengembangan perusahaan. Dari perhitungan NIM sebuah bank akan mengetahui kondisi perusahaan dengan keuntungan dari bunga yang diperoleh untuk menentukan langkah pengembangan selanjutnya.

Selain itu para investor biasanya akan meminta perhitungan ini untuk melihat kemampuan dari bank tersebut. semakin baik nilai perhitungan NIM, semakin menunjukan kondisi yang cukup baik dari sebuah bank.

Perhitungan Net Interest Margin

Banyak sekali cara mengitung net interest margin. Bahkan Bank Indonesia sendiri mengeluarkan rumus sederhana untuk menghitung net interest margin yang digunakan untuk melihat profitabilitas sebuah bank.

Rumus perhitungan net interest margin adalah :

net interest margin formula

NIM = Pendapatan Bunga Bersih : Nilai Aktiva Produktif

Pendapatan bunga bersih sendiri didapat dari bunga dikurangi beban pokok. Sedangkan nilai aktiva produktif adalah nilai dari aset produktif yang mampu menghasilkan bunga. Dari perbandingan dua hal inilah yang nantinya akan memunculkan nilai marjin dari bunga bersih.

Jadi, secara umum dapat disimpulkan bahwa mengetahui dengan pasti jumlah net interest margin setiap tahun dari sebuah bank adalah penting untuk dilakukan. Sehingga dapat mengetahui keadaan secara global bank atau Lembaga keuangan tersebut.