Dalam mempelajar suatu bahasa kalian tidak dapat mengabaikan setiap kosakata. Untuk mahir hingga bisa melakukan percakapan salah satunya perlu mengetahui kosa kata dasar yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Salah satu jenis kosa kata yang penting dipelajari adalah kata sifat. Merupakan kata yang digunakan untuk menggambarkan sifat, kualitas, atau keadaan dari sesuatu atau seseorang.
Nah, Dalam bahasa Jepang, ada dua jenis kata sifat, yaitu kata sifat berakhiran -i (形容詞) dan kata sifat berakhiran -na (形容動詞).
Kata sifat berakhiran -i adalah kata sifat yang berubah bentuk sesuai dengan waktu, nomor, dan tingkat kesopanan. Kata sifat berakhiran -na adalah kata sifat yang tidak berubah bentuk, tetapi memerlukan partikel na (な) untuk menghubungkannya dengan kata benda.
Kata Sifat bahasa jepang
Kata sifat adalah salah satu jenis kata yang digunakan untuk menerangkan atau memberikan ciri-ciri pada benda, orang, atau hal lain. Kata sifat dapat menunjukkan warna, bentuk, ukuran, rasa, bau, suhu, dan lain-lain.
Kedua jenis kata sifat yang sudah saya sebutkan di atas ini memiliki aturan dan bentuk yang berbeda-beda tergantung pada fungsi dan posisinya dalam kalimat.
1. Kata Sifat Berakhiran -i (形容詞, keiyoushi)
Kata sifat berakhiran -i adalah kata sifat yang selalu diakhiri dengan huruf -i, baik dalam bentuk dasar maupun ketika mengalami perubahan. Kata sifat berakhiran -i dapat digunakan untuk menerangkan kata benda, kata kerja, atau kalimat.
Kata sifat berakhiran -i dapat berubah bentuk sesuai dengan waktu (masa kini atau masa lalu), tingkat kesopanan (formal atau informal), dan bentuk negatif atau positif. Berikut adalah beberapa contoh kata sifat berakhiran -i dalam bahasa Jepang dan artinya dalam bahasa Indonesia:
- あつい (atsui) = panas
- さむい (samui) = dingin
- おいしい (oishii) = enak
- まずい (mazui) = tidak enak
- かわいい (kawaii) = lucu
- きれい (kirei) = cantik
- やさしい (yasashii) = baik hati
- むずかしい (muzukashii) = sulit
- たかい (takai) = tinggi atau mahal
- ひくい (hikui) = rendah atau murah
Contoh penggunaan kata sifat berakhiran -i dalam kalimat:
- きょうはあついですね。 (Kyou wa atsui desu ne.) = Hari ini panas ya.
- このケーキはおいしいです。 (Kono ke-ki wa oishii desu.) = Kue ini enak.
- あなたはかわいいです。 (Anata wa kawaii desu.) = Kamu lucu.
- この問題はむずかしいです。 (Kono mondai wa muzukashii desu.) = Soal ini sulit.
- そのバッグはたかいですか。 (Sono baggu wa takai desu ka.) = Tas itu mahal ya.
2. Kata Sifat Berakhiran -na (形容動詞, keiyoudoushi)
Kata sifat berakhiran -na yakni kata sifat yang tidak selalu diakhiri dengan huruf -na, tetapi harus ditambahkan partikel -na ketika menerangkan kata benda.
Kata sifat berakhiran -na tidak dapat digunakan untuk menerangkan kata kerja atau kalimat, tetapi hanya dapat digunakan sebagai predikat kalimat. Kata sifat berakhiran -na tidak berubah bentuk sesuai dengan waktu, tingkat kesopanan, atau bentuk negatif atau positif, tetapi harus menggunakan kata bantu seperti です (desu), でした (deshita), じゃない (janai), じゃなかった (janakatta), dan lain-lain.
Berikut adalah beberapa contoh kata sifat berakhiran -na dalam bahasa Jepang dan artinya dalam bahasa Indonesia:
- しずか (shizuka) = tenang
- げんき (genki) = sehat atau semangat
- きれい (kirei) = bersih atau rapi
- べんり (benri) = praktis atau berguna
- しあわせ (shiawase) = bahagia
- ひま (hima) = senggang atau tidak sibuk
- きらい (kirai) = benci
- すき (suki) = suka
- へた (heta) = tidak pandai
- じょうず (jouzu) = pandai
Contoh penggunaan kata sifat berakhiran -na dalam kalimat:
- この部屋はしずかです。 (Kono heya wa shizuka desu.) = Kamar ini tenang.
- あなたはげんきですか。 (Anata wa genki desu ka.) = Kamu sehat atau semangat?
- このドレスはきれいですね。 (Kono doresu wa kirei desu ne.) = Gaun ini cantik ya.
- このアプリはべんりです。 (Kono apuri wa benri desu.) = Aplikasi ini praktis.
- 私はしあわせです。 (Watashi wa shiawase desu.) = Saya bahagia.
Kata Kerja Bahasa Jepang, Golongan 1,2,3, Masu dan 100+ Kosakata
Perbedaan Antara Kata Sifat Berakhiran -i dan -na
Setelah mengetahui pengertian, jenis, dan contoh kata sifat berakhiran -i dan -na, kita juga perlu mengetahui perbedaan antara keduanya. Perbedaan antara kata sifat berakhiran -i dan -na dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:
- Cara menerangkan kata benda. Kata sifat berakhiran -i dapat langsung menerangkan kata benda tanpa partikel, sedangkan kata sifat berakhiran -na harus ditambahkan partikel -na sebelum kata benda.
Baik, saya akan melanjutkan menulis artikel hingga selesai. Berikut adalah lanjutan artikel saya: - Cara menerangkan kata kerja atau kalimat. Kata sifat berakhiran -i dapat menerangkan kata kerja atau kalimat dengan menggunakan bentuk -ku atau -kute, sedangkan kata sifat berakhiran -na tidak dapat menerangkan kata kerja atau kalimat, tetapi hanya dapat digunakan sebagai predikat kalimat dengan menggunakan kata bantu.
- Cara berubah bentuk. Kata sifat berakhiran -i dapat berubah bentuk sesuai dengan waktu, tingkat kesopanan, dan bentuk negatif atau positif, sedangkan kata sifat berakhiran -na tidak berubah bentuk, tetapi harus menggunakan kata bantu untuk menunjukkan waktu, tingkat kesopanan, dan bentuk negatif atau positif.
Contoh perbedaan antara kata sifat berakhiran -i dan -na dalam kalimat:
| Kata Sifat Berakhiran -i | Kata Sifat Berakhiran -na |
|---|---|
| あつくなりました。 (Atsuku narimashita.) = Menjadi panas. | しずかになりました。 (Shizuka ni narimashita.) = Menjadi tenang. |
| おいしくて、たべすぎました。 (Oishikute, tabesugimashita.) = Karena enak, saya makan terlalu banyak. | げんきで、よかったです。 (Genki de, yokatta desu.) = Karena sehat, saya senang. |
| あのねこはかわいくないです。 (Ano neko wa kawaikunai desu.) = Kucing itu tidak lucu. | あのねこはきれいじゃないです。 (Ano neko wa kirei janai desu.) = Kucing itu tidak bersih. |
| このケーキはおいしかったです。 (Kono ke-ki wa oishikatta desu.) = Kue ini enak. (Masa lalu) | このドレスはきれいでした。 (Kono doresu wa kirei deshita.) = Gaun ini cantik. (Masa lalu) |
| このケーキはおいしいです。 (Kono ke-ki wa oishii desu.) = Kue ini enak. (Masa kini) | このドレスはきれいです。 (Kono doresu wa kirei desu.) = Gaun ini cantik. (Masa kini) |
Bahasa Jepang Adik Perempuan, Ada Beberapa Variasi sesuai kondisi
Cara Membentuk Kata Sifat Berakhiran -i dan -na
Selain mengetahui perbedaan antara kata sifat berakhiran -i dan -na, kita juga perlu mengetahui cara membentuk kata sifat berakhiran -i dan -na. Cara membentuk kata sifat berakhiran -i dan -na dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:
- Cara membentuk kata sifat berakhiran -i dari kata benda. Untuk membentuk kata sifat berakhiran -i dari kata benda, kita dapat menambahkan akhiran -i pada kata benda tersebut. Contoh: 青 (ao) = biru, 青い (aoi) = berwarna biru.
- Cara membentuk kata sifat berakhiran -na dari kata benda. Untuk membentuk kata sifat berakhiran -na dari kata benda, kita dapat menambahkan partikel -na pada kata benda tersebut. Contoh: 静か (shizuka) = tenang, 静かな (shizuka na) = yang tenang.
- Cara membentuk kata sifat berakhiran -i dari kata sifat berakhiran -na. Untuk membentuk kata sifat berakhiran -i dari kata sifat berakhiran -na, kita dapat mengganti partikel -na dengan akhiran -i pada kata sifat berakhiran -na tersebut. Contoh: きれいな (kirei na) = yang cantik, きれいい (kirei i) = cantik.
- Cara membentuk kata sifat berakhiran -na dari kata sifat berakhiran -i. Untuk membentuk kata sifat berakhiran -na dari kata sifat berakhiran -i, kita dapat mengganti akhiran -i dengan partikel -na pada kata sifat berakhiran -i tersebut. Contoh: かわいい (kawaii) = lucu, かわいな (kawai na) = yang lucu.
Contoh pembentukan kata sifat berakhiran -i dan -na dari kata benda dan kata sifat:
| Kata Benda | Kata Sifat Berakhiran -i | Kata Sifat Berakhiran -na |
|---|---|---|
| 赤 (aka) = merah | 赤い (akai) = berwarna merah | 赤な (aka na) = yang merah |
| 楽しい (tanoshii) = menyenangkan | 楽しい (tanoshii) = menyenangkan | 楽しな (tanoshi na) = yang menyenangkan |
| 高さ (takasa) = tinggi | 高い (takai) = tinggi atau mahal | 高な (taka na) = yang tinggi atau mahal |
| 便利 (benri) = praktis atau berguna | 便利い (benri i) = praktis atau berguna | 便利な (benri na) = yang praktis atau berguna |
Bahasa Jepang Aku Cinta Kamu, Dan Contoh Percakapan Serta Kosakata Yang Berkaitan
Cara Menggunakan Kata Sifat Berakhiran -i dan -na dalam Kalimat
Setelah mengetahui cara membentuk kata sifat berakhiran -i dan -na, kita juga perlu mengetahui cara menggunakan kata sifat berakhiran -i dan -na dalam kalimat. Cara menggunakan kata sifat berakhiran -i dan -na dalam kalimat dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:
- Cara menggunakan kata sifat berakhiran -i untuk menerangkan kata benda. Untuk menggunakan kata sifat berakhiran -i untuk menerangkan kata benda, kita dapat langsung menempatkan kata sifat berakhiran -i sebelum kata benda tanpa partikel. Contoh: あつい水 (atsui mizu) = air panas.
- Cara menggunakan kata sifat berakhiran -na untuk menerangkan kata benda. Untuk menggunakan kata sifat berakhiran -na untuk menerangkan kata benda, kita harus menambahkan partikel -na setelah kata sifat berakhiran -na sebelum kata benda. Contoh: しずかな部屋 (shizuka na heya) = kamar yang tenang.
- Cara menggunakan kata sifat berakhiran -i untuk menerangkan kata kerja atau kalimat. Untuk menggunakan kata sifat berakhiran -i untuk menerangkan kata kerja atau kalimat, kita dapat menggunakan bentuk -ku atau -kute setelah kata sifat berakhiran -i sebelum kata kerja atau kalimat. Contoh: おいしく食べる (oishiku taberu) = makan dengan enak.
- Cara menggunakan kata sifat berakhiran -na untuk menerangkan kata kerja atau kalimat. Untuk menggunakan kata sifat berakhiran -na untuk menerangkan kata kerja atau kalimat, kita tidak dapat menggunakan kata sifat berakhiran -na secara langsung, tetapi harus menggunakan kata bantu seperti に (ni), で (de), と (to), atau から (kara) setelah kata sifat berakhiran -na sebelum kata kerja atau kalimat. Contoh: げんきになる (genki ni naru) = menjadi sehat atau semangat.
- Cara menggunakan kata sifat berakhiran -i sebagai predikat kalimat. Untuk menggunakan kata sifat berakhiran -i sebagai predikat kalimat, kita dapat langsung menempatkan kata sifat berakhiran -i di akhir kalimat tanpa kata bantu, atau menambahkan kata bantu seperti です (desu), でした (deshita), じゃない (janai), じゃなかった (janakatta), dan lain-lain sesuai dengan waktu, tingkat kesopanan, dan bentuk negatif atau positif. Contoh: この水はあついです。 (Kono mizu wa atsui desu.) = Air ini panas.
- Cara menggunakan kata sifat berakhiran -na sebagai predikat kalimat. Untuk menggunakan kata sifat berakhiran -na sebagai predikat kalimat, kita harus menambahkan kata bantu seperti です (desu), でした (deshita), じゃない (janai), じゃなかった (janakatta), dan lain-lain sesuai dengan waktu, tingkat kesopanan, dan bentuk negatif atau positif setelah kata sifat berakhiran -na di akhir kalimat. Contoh: この部屋はしずかです。 (Kono heya wa shizuka desu.) = Kamar ini tenang.
Kesimpulan
Kata sifat merupakan salah satu jenis kata yang penting dalam bahasa Jepang. Kata sifat dapat digunakan untuk menerangkan atau memberikan ciri-ciri pada benda, orang, atau hal lain.
Jadi Dalam bahasa Jepang, kata sifat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kata sifat berakhiran -i dan kata sifat berakhiran -na. Kedua jenis kata sifat ini memiliki perbedaan, cara membentuk, dan cara menggunakan yang berbeda-beda tergantung pada fungsi dan posisinya dalam kalimat. Dengan memahami kata sifat berakhiran -i dan -na, kita dapat membuat kalimat yang lebih variatif, deskriptif, dan menarik dalam bahasa Jepang.
Demikian artikel yang saya buat untuk Anda tentang “Kata Sifat bahasa jepang” dalam bahasa Indonesia. Saya harap artikel ini bermanfaat dan informatif bagi Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel saya. Sampai jumpa lagi!