Debt Collector dan Cara Menghadapinya

Tugas Debt Collector Secara Umum – Jika mendengar kata atau istilah debt collector atau penagih hutang, umumnya memang yang muncul adalah stigma negative. Cara kasar, meneror debitur, bahkan jika beurusan dengan leasing dari kendaraan motor, perampasan motor pun mungkin terjadi.

Gambaran negatif ini muncul karena memang debt collector sendiri bertugas menagih hutang yang telah tertunggak lama.

Debt collector atau penagih hutang sendiri tidak semuanya ada di lapangan.
Di beberapa Lembaga keuangan atau perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan baik untuk kendaraan mobil atau hutang uang tunai, terdapat sebuah divisi yang biasa kita kenal dengan divisi collection.

Fungsi dari divisi desk collection sendiri memang sama seperti debt collector, yaitu menagih hutang tertunggak. Lalu sebenarnya apakah debt collector? Dan bagaimana cara menghadapinya?
Pengertian dan Tugas Debt Collector

Debt Collector adalah pihak ketiga yang bekerja sama dengan Lembaga keuangan ataupun leasing untuk menagih hutang dari debitur yang telah tertunggak lama. Dalam menagih hutang sendiri, debt collector tidak akan langsung mendatangi tempat orang yang berhutang.

Di tahap pertama, pihak Lembaga keuangan akan menghubungi debitur untuk mengingatkan hutang yang belum dibayar. Tugas utamanya adalah untuk mengingatkan bahwa Lembaga keuangan atau perusahaan leasing ini belum menerima pembayaran dari hutang nasabah ini sendiri.

Setelah melewati masa satu bulan, data nasabah ini akan dialihkan ke bagian berikutnya. Metode penagihan pun sudah bukan lagi mengingatkan untuk melakukan pembayaran.

Tetapi menjadi lebih mendesak nasabah untuk segera membayar hutang yang ada. pihak Lembaga keuangan masih menggunakan media komunikasi telepon, agar pihak nasabah segera melunasi kewajiban yang tertunda.

Umumnya setelah melewati masa 3 bulan, data nasabah yang memiliki hutang tertinggal akan dilimpahkan ke debt collector di bagian lapangan. Perlakuan yang akan diterima oleh nasabah tentu akan jauh berbeda.

Bila di tahap sebelumnya, penagihan hanya melalui telepon. Saat ini debt collector akan melakukan berbagai macam cara agar hutang nasabah dapat segera dibayar.

Beberapa diantaranya adalah mendatangi rumah atau tempat kerja untuk melakukan negosiasi, bahkan beberapa debt collector akan melakukan pengancaman agar nasabah merasa jera dan segera melakukan pembayaran yang tertunda.

Cara Menghadapi Debt Collector

Jika Anda saat ini sedang menghadapi debt collector karena adanya tunggakan hutang, mungkin Anda bisa mengikuti beberapa cara ini :

1. Berikan tanggal pelunasan yang jelas

Untuk menyelesaikan masalah dan menghindari terror dari debt collector, jawablah setiap telepon yang masuk dari bagian penagihan. Berikan tanggal yang tepat dan jelas dan berikan alasan Anda mengapa hutang Anda sampai tertunggak.

Jika hutang yang ada adalah hutang kartu kredit, Anda dapat mengajukan reschedule atau cicilan yang akan meringankan hutang Anda yang sudah besar. Pastikan nominal cicilan yang masuk adalah jumlah yang mampu Anda bayar setiap bulannya.

Negosiasikan dengan baik dengan pihak Lembaga keuangan mengenai masalah ini. karena bagi Lembaga keuangan atau bank yang terpenting adalah hutang Anda dibayar. Tetapi cara ini tidak berlaku jika Anda memiliki hutang pada leasing.

2. Jangan Takut dan lunasi hutang Anda

Jika Anda telah menceritakan kondisi keuangan Anda saat ini, Anda harus tetap melunasi hutang Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Setiap debt collector memilik aturan dan etika dalam menagih hutang.

Anda tidak perlu takut jika menghadapi debt collector, tanyakan ID karyawan dan terima dengan baik debt collector itu. Debt collector sendiri memiliki etika yang diatur jelas oleh hukum, sehingga tidak bisa sembarangan dalam menagih hutang.

Itulah beberapa cara menghadapi debt collector. Tetapi yang harus diingat adalah hutang yang tertunggak tetap harus dibayar untuk menghindari hal-hal tidak enak yang mungkin muncul dalam proses penagihan ini.