Kosakata Percakapan Dasar Bahasa Jepang – Bahasa Jepang terbilang bahasa yang banyak diminati oleh orang-orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Banyak alasan yang membuat orang tertarik untuk belajar bahasa Jepang, seperti budaya, anime, manga, musik, kuliner, wisata, bisnis, dan lain-lain. Namun, belajar bahasa Jepang tidaklah mudah, karena ada banyak hal yang harus dipelajari, seperti huruf, tata bahasa, kosakata, dan sebagainya.
Salah satu hal yang penting untuk dipelajari jika kamu ingin bisa berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Jepang adalah kosakata percakapan dasar.
Kosakata percakapan dasar adalah kumpulan kata-kata dan ungkapan yang sering digunakan dalam situasi sehari-hari, seperti menyapa, memperkenalkan diri, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan lain-lain.
Dengan menguasai kosakata percakapan dasar, kamu akan lebih mudah untuk memulai dan melanjutkan percakapan dengan orang Jepang, baik secara langsung maupun melalui media sosial, email, atau telepon.
Pada artikel ini, kami akan memberikan beberapa contoh kosakata percakapan dasar bahasa Jepang yang wajib kamu tahu, beserta arti dan cara penggunaannya. Kami juga akan memberikan beberapa tips untuk mempelajari dan menghafal kosakata percakapan dasar bahasa Jepang dengan efektif. Yuk, simak artikel ini sampai habis!
Menyapa dan Memperkenalkan Diri
Menyapa dan memperkenalkan diri adalah hal pertama yang biasanya dilakukan ketika bertemu dengan orang baru.
Dalam bahasa Jepang, ada beberapa cara untuk menyapa dan memperkenalkan diri, tergantung pada waktu, situasi, dan tingkat kesopanan yang diinginkan. Berikut adalah beberapa contoh kosakata percakapan dasar bahasa Jepang untuk menyapa dan memperkenalkan diri:
おはようございます (Ohayou gozaimasu)
Artinya “selamat pagi”.
Ungkapan ini digunakan untuk menyapa orang lain di pagi hari, biasanya sebelum jam 10. Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab. Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa menghilangkan kata “gozaimasu” dan hanya mengucapkan “ohayou”.
こんにちは (Konnichiwa)
Artinya “selamat siang” atau “halo”.
Ungkapan ini digunakan untuk menyapa orang lain di siang atau sore hari, biasanya antara jam 10 sampai jam 6. Ungkapan ini bersifat netral, sehingga bisa digunakan dengan siapa saja. Namun, unggkapan ini jarang digunakan dengan orang yang sudah akrab, karena dianggap terlalu formal.
こんばんは (Konbanwa)
Artinya “selamat malam”. Ungkapan ini digunakan untuk menyapa orang lain di malam hari, biasanya setelah jam 6. Ungkapan ini juga bersifat netral, sehingga bisa digunakan dengan siapa saja.
Namun, unggkapan ini juga jarang digunakan dengan orang yang sudah akrab, karena dianggap terlalu formal.
はじめまして (Hajimemashite)
Artinya “salam kenal”.
Ungkapan ini digunakan untuk memperkenalkan diri kepada orang yang baru pertama kali bertemu. Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab.
Setelah mengucapkan “hajimemashite”, biasanya kamu akan menyebutkan nama dan asal kamu, misalnya “私はアンダリです。インドネシアから来ました (Watashi wa Andari desu. Indonesia kara kimashita)” yang artinya “Saya Andari. Saya datang dari Indonesia”.
よろしくお願いします (Yoroshiku onegaishimasu)
Artinya “mohon bimbingannya” atau “mohon bantuannya”. Ungkapan ini digunakan untuk mengakhiri perkenalan diri, sebagai tanda harapan untuk bisa bekerja sama atau berhubungan baik dengan orang yang baru dikenal.
Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab. Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa menghilangkan kata “onegaishimasu” dan hanya mengucapkan “yoroshiku”.
Bahasa Jepang Meminta Uang, Cara Sopan dan Halus untuk Mengungkapkan Permintaan
Mengucapkan Terima Kasih dan Permintaan Maaf
Mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf adalah hal yang penting untuk dilakukan dalam percakapan, karena menunjukkan rasa hormat dan sopan santun. Dalam bahasa Jepang, ada beberapa cara untuk mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf, tergantung pada situasi dan tingkat kesopanan yang diinginkan.
Berikut adalah beberapa contoh kosakata percakapan dasar bahasa Jepang untuk mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf:
ありがとう (Arigatou)
Artinya “terima kasih”.
Ungkapan ini digunakan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang lain atas sesuatu yang telah diberikan atau dilakukan.
Ungkapan ini bersifat santai, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang sudah akrab, seperti teman, keluarga, atau pasangan. Jika kamu ingin lebih sopan, kamu bisa menambahkan kata “gozaimasu” dan mengucapkan “arigatou gozaimasu”.
どうも (Doumo)
Artinya “makasih” atau “terima kasih banyak”.
Ungkapan ini digunakan untuk mengucapkan terima kasih dengan cara yang singkat dan sederhana.
Ungkapan ini bersifat netral, sehingga bisa digunakan dengan siapa saja. Namun, unggkapan ini kurang cocok untuk digunakan dalam situasi yang resmi atau formal. Jika kamu ingin lebih sopan, kamu bisa menambahkan kata “arigatou” dan mengucapkan “doumo arigatou”.
どういたしまして (Douitashimashite)
Artinya “terima kasih kembali” atau “sama-sama”.
Ungkapan ini digunakan untuk menjawab ucapan terima kasih dari orang lain. Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab. Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa mengucapkan “iie” yang artinya “tidak apa-apa” atau “kochira koso” yang artinya “saya yang terima kasih”.
すみません (Sumimasen)
Artinya “maaf” atau “permisi”. Ungkapan ini digunakan untuk meminta maaf atas kesalahan atau ketidaknyamanan yang telah dilakukan, atau untuk meminta perhatian atau bantuan dari orang lain.
Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab. Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa mengucapkan “suman” atau “gomen” yang artinya “maaf”.
はい (Hai)
Artinya “ya” atau “baik”. Ungkapan ini digunakan untuk menjawab pertanyaan, permintaan, atau perintah dari orang lain dengan cara yang setuju atau patuh.
Ungkapan ini bersifat netral, sehingga bisa digunakan dengan siapa saja. Namun, unggkapan ini bisa dianggap terlalu tegas atau kaku dalam beberapa situasi. Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa mengucapkan “un” atau “ee” yang artinya “ya”.
いいえ (Iie)
Artinya “tidak” atau “bukan”. Ungkapan ini digunakan untuk menjawab pertanyaan, permintaan, atau perintah dari orang lain dengan cara yang menolak atau tidak setuju. Ungkapan ini bersifat netral, sehingga bisa digunakan dengan siapa saja.
Namun, unggkapan ini bisa dianggap terlalu keras atau kasar dalam beberapa situasi. Jika kamu ingin lebih sopan, kamu bisa mengucapkan “chigaimasu” atau “iie, kekkou desu” yang artinya “salah” atau “tidak, terima kasih”.
Bahasa Jepang Meminta Uang, Cara Sopan dan Halus untuk Mengungkapkan Permintaan
Menanyakan dan Memberikan Informasi
Menanyakan dan memberikan informasi adalah hal yang sering dilakukan dalam percakapan, karena merupakan cara untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, atau pendapat.
Dalam bahasa Jepang, ada beberapa cara untuk menanyakan dan memberikan informasi, tergantung pada jenis, topik, dan tujuan informasi yang diinginkan. Berikut adalah beberapa contoh kosakata percakapan dasar bahasa Jepang untuk menanyakan dan memberikan informasi:
なに (Nani)
Artinya “apa”.
Kata ini digunakan untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui atau tidak jelas. Kata ini bisa digunakan sendiri atau digabungkan dengan partikel lain, seperti “nani o” (apa yang), “nani ga” (apa yang), “nani de” (dengan apa), “nani ni” (untuk apa), dan lain-lain.
Contoh: “Nani o shimasu ka?” (Apa yang kamu lakukan?), “Nani ga suki desu ka?” (Apa yang kamu suka?), “Nani de tabemasu ka?” (Dengan apa kamu makan?), “Nani ni tsukaimasu ka?” (Untuk apa kamu gunakan?).
だれ (Dare)
Artinya “siapa”. Kata ini digunakan untuk menanyakan orang yang tidak diketahui atau tidak jelas. Kata ini bisa digunakan sendiri atau digabungkan dengan partikel lain, seperti “dare o” (siapa yang), “dare ga” (siapa yang), “dare to” (dengan siapa), “dare ni” (kepada siapa), dan lain-lain.
Contoh: “Dare o mimashita ka?” (Siapa yang kamu lihat?), “Dare ga kimasu ka?” (Siapa yang datang?), “Dare to hanashimasu ka?” (Dengan siapa kamu berbicara?), “Dare ni agemasu ka?” (Kepada siapa kamu memberikan?).
どこ (Doko)
Artinya “di mana”. Kata ini digunakan untuk menanyakan tempat yang tidak diketahui atau tidak jelas. Kata ini bisa digunakan sendiri atau digabungkan dengan partikel lain, seperti “doko e” (ke mana), “doko kara” (dari mana), “doko de” (di mana), “doko ni” (di mana), dan lain-lain.
Contoh: “Doko e ikimasu ka?” (Ke mana kamu pergi?), “Doko kara kimashita ka?” (Dari mana kamu datang?), “Doko de nemasu ka?” (Di mana kamu tidur?), “Doko ni arimasu ka?” (Di mana itu ada?).
いつ (Itsu)
Artinya “kapan”. Kata ini digunakan untuk menanyakan waktu yang tidak diketahui atau tidak jelas. Kata ini bisa digunakan sendiri atau digabungkan dengan partikel lain, seperti “itsu kara” (sejak kapan), “itsu made” (sampai kapan), “itsu ni” (pada kapan), dan lain-lain.
Contoh: “Itsu shimasu ka?” (Kapan kamu melakukannya?), “Itsu kara Nihongo o benkyou shite imasu ka?” (Sejak kapan kamu belajar bahasa Jepang?), “Itsu made matte imasu ka?” (Sampai kapan kamu menunggu?), “Itsu ni dekakemasu ka?” (Pada kapan kamu berangkat?).
なぜ (Naze)
Artinya “mengapa”. Kata ini digunakan untuk menanyakan alasan yang tidak diketahui atau tidak jelas. Kata ini bisa digunakan sendiri atau digabungkan dengan partikel lain, seperti “naze ka” (entah mengapa), “naze da” (mengapa begitu), “naze ni” (untuk apa), dan lain-lain.
Contoh: “Naze waraimasu ka?” (Mengapa kamu tertawa?), “Naze ka kanashii desu.” (Entah mengapa saya sedih.), “Naze da to omou?” (Mengapa kamu pikir begitu?), “Naze ni shimasu ka?” (Untuk apa kamu melakukannya?).
どう (Dou)
Artinya “bagaimana”. Kata ini digunakan untuk menanyakan keadaan, kondisi, atau cara yang tidak diketahui atau tidak jelas.
Kata ini bisa digunakan sendiri atau digabungkan dengan kata lain, seperti “dou shimasu ka” (bagaimana kamu melakukannya?), “dou desu ka” (bagaimana keadaannya?), “dou yatte” (bagaimana caranya), “dou suru” (bagaimana kamu mengatasinya), dan lain-lain.
Contoh: “Dou shimasu ka?” (Bagaimana kamu melakukannya?), “Dou desu ka?” (Bagaimana keadaannya?), “Dou yatte koko ni kimashita ka?” (Bagaimana caranya kamu datang ke sini?), “Dou suru tsumori desu ka?” (Bagaimana kamu berniat mengatasinya?).
Bahasa Jepang Polisi dan Kosakata Lain Terkait dengan Kata Polisi serta Penggunaannya
Menyatakan dan Menanyakan Pendapat
Menyatakan dan menanyakan pendapat adalah hal yang sering dilakukan dalam percakapan, karena merupakan cara untuk saling berbagi pandangan, ide, atau saran.
Dalam bahasa Jepang, ada beberapa cara untuk menyatakan dan menanyakan pendapat, tergantung pada tingkat kepastian, kesopanan, dan kesesuaian pendapat yang disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh kosakata percakapan dasar bahasa Jepang untuk menyatakan dan menanyakan pendapat:
と思います (To omoimasu)
Artinya “saya pikir” atau “menurut saya”. Ungkapan ini digunakan untuk menyatakan pendapat yang bersifat subjektif atau tidak pasti. Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab. Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa menghilangkan kata “to” dan hanya mengucapkan “omoimasu”.
Contoh: “Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu.” (Saya pikir film ini menarik.), “Anata wa yasashii hito da to omoimasu.” (Menurut saya, kamu adalah orang yang baik.), “Ashita wa hare da to omoimasu.” (Saya pikir besok akan cerah.)
と言います (To iimasu)
Artinya “saya bilang” atau “menurut saya”. Ungkapan ini digunakan untuk menyatakan pendapat yang bersifat tegas atau pasti. Ungkapan ini bersifat netral, sehingga bisa digunakan dengan siapa saja.
Namun, unggkapan ini bisa dianggap terlalu keras atau sombong dalam beberapa situasi. Jika kamu ingin lebih sopan, kamu bisa menambahkan kata “gozaimasu” dan mengucapkan “to iimasu gozaimasu”.
Contoh: “Kono hon wa omoshiroi to iimasu.” (Saya bilang buku ini menarik.), “Anata wa machigatte iru to iimasu.” (Menurut saya, kamu salah.), “Ashita wa ame da to iimasu.” (Saya bilang besok akan hujan.)
と思う (To omou)
Artinya “saya rasa” atau “saya kira”. Ungkapan ini digunakan untuk menyatakan pendapat yang bersifat subjektif atau tidak pasti. Ungkapan ini bersifat santai, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang sudah akrab, seperti teman, keluarga, atau pasangan.
Jika kamu ingin lebih sopan, kamu bisa menambahkan kata “gozaimasu” dan mengucapkan “to omou gozaimasu”.
Contoh: “Kono eiga wa omoshiroi to omou.” (Saya rasa film ini menarik.), “Anata wa yasashii hito da to omou.” (Saya kira kamu adalah orang yang baik.), “Ashita wa hare da to omou.” (Saya rasa besok akan cerah.)
と感じます (To kanjimasu)
Artinya “saya merasa” atau “saya rasakan”. Ungkapan ini digunakan untuk menyatakan pendapat yang bersifat emosional atau perasaan. Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab.
Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa menghilangkan kata “to” dan hanya mengucapkan “kanjimasu”.
Contoh: “Kono uta wa kanashii to kanjimasu.” (Saya merasa lagu ini sedih.), “Anata wa shiawase da to kanjimasu.” (Saya rasakan kamu bahagia.), “Ashita wa tanoshii to kanjimasu.” (Saya merasa besok akan menyenangkan.)
というのは (To iu no wa)
Artinya “maksud saya” atau “alasannya adalah”. Ungkapan ini digunakan untuk menjelaskan atau memberikan alasan atas pendapat yang telah disampaikan sebelumnya. Ungkapan ini bersifat netral, sehingga bisa digunakan dengan siapa saja.
Contoh: “Kono hon wa omoshiroi to iimasu. To iu no wa, kono hon wa takusan no bungaku tekina hinshitsu o motte iru kara desu.” (Saya bilang buku ini menarik.
Maksud saya, buku ini memiliki banyak kualitas sastra.), “Anata wa machigatte iru to iimasu. To iu no wa, anata no ronri wa tadashiku nai kara desu.” (Menurut saya, kamu salah. Alasannya adalah, logika kamu tidak benar.), “Ashita wa ame da to iimasu. To iu no wa, tenki yohou de mita kara desu.” (Saya bilang besok akan hujan. Alasannya adalah, saya melihatnya di prakiraan cuaca.)
どう思いますか (Dou omoimasu ka)
Artinya “bagaimana pendapat kamu?” atau “apa yang kamu pikirkan?”. Ungkapan ini digunakan untuk menanyakan pendapat orang lain atas sesuatu yang telah disampaikan sebelumnya.
Ungkapan ini bersifat sopan, sehingga cocok untuk digunakan dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang belum akrab. Jika kamu ingin lebih santai, kamu bisa menghilangkan kata “ka” dan hanya mengucapkan “dou omoimasu”.
Contoh: “Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu. Anata wa dou omoimasu ka?” (Saya pikir film ini menarik. Bagaimana pendapat kamu?), “Anata wa yasashii hito da to omoimasu.
Anata wa dou omoimasu ka?” (Menurut saya, kamu adalah orang yang baik. Apa yang kamu pikirkan?), “Ashita wa hare da to omoimasu. Anata wa dou omoimasu ka?” (Saya rasa besok akan cerah. Bagaimana pendapat kamu?)
Bahasa Jepang Orang Gila dan Kosakata Lain Terkait serta Penggunaannya
Kesimpulan
Dalam artikel ini, kami telah memberikan beberapa contoh kosakata percakapan dasar bahasa Jepang yang wajib kamu tahu, beserta arti dan cara penggunaannya. Kami juga telah memberikan beberapa tips untuk mempelajari dan menghafal kosakata percakapan dasar bahasa Jepang dengan efektif.
Kami harap artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin belajar bahasa Jepang dengan mudah dan menyenangkan. Jika kamu ingin belajar lebih banyak tentang bahasa Jepang, kamu bisa mengunjungi situs web FHXploit yang menyediakan berbagai materi, latihan, dan tes bahasa Jepang secara online. Selamat belajar bahasa Jepang!